PERJALANAN HIDUP PENULIS
KEHIDUPAN YANG SINGKAT TAK SESINGKAT RASANYA
PART -1
Hidup tanpa adanya kehidupan. drama hidup yang begitu felix dan komplex hingga sulit membedakan mana yang namanya hidup sekedar memanfaatkan nafas ataukah benar benar terjadinya kehidupan itu.
sejak dini rasa itu telah timbul merasa sendiri dan asing ditempat dimana kita terlahir didalamnya dimna genetiknya jelas faktanya nyata bahwa itulah tempat ia terlahir didunia ini bersama sanak saudara dan orang yang telah memberinya kehidupan dari darah yang mengalir didalam tubuhnya. akan tetapi diri ini selalu merasa dalam kesendirian ditengah keramaian. aku kira jika hidupku tidaklah normal semua orang dan semua hal yang ada disekitarku seakan asing bagiku. aku kira itu hanya sebuah rasa dijiwa seorang anak kecil.
haripun berlalu seperti mata berkedip, bulan dan tahun seakan berlalu begitu singkatnya. banyak rasa yang terpendam yang sulit diungkapkan bahkan seakan mustahil untuk diutarakan. sebab tak seorangpun akan mengerti dengan sebuah rasa.
hingga tiba saatnya 19 th usia berlalu seperti angin berhembus. dimasa itu takdir membawaku pada lingkungan baru keluarga baru yang mana kami datang dari latar yang berbeda baik itu suku, agama bahkan budaya. akan tetapi sejak saat itu kehidupan mengubah pola fikir dan rasa yang ada dibenakku. mereka yang baru aku kenal dan aku temui dengan begitu mudahnya mampu membaca hati dan fikiranku. bahkan mereka memahami rasa yang aku pendam sedari aku kecil. aku mulai merasakan kehidupan yang sesungguhnya. namun sayang itu berlangsung tidak lama. karena setitik pelangi masuk dihidupku lanhgsung dihujam ribuan petir yang menyambar hati dan jiwaku hingga bertahun2 lamanya yang ditimbulkan dari sebuah kecemburuan yang tidak aku fahami dibalik kepolosanku. aku dinaikan satu tingkat namun dijatuhkan kedalam jurang yang begitu dalam hingga aku tak lagi merasakan kehidupan. hingga aku melupakan siapa jati diriku. be continue guys..moodnya udah hilang..
PART -2
Menceritakan kehidupan yang telah dilalui, dan melalui kehiduan yang telah diceritakan...
memang hidup ini masih menyimpan banyak misteri yang tidak mudah untuk difahami oleh nalar logika kita sebagai manusia.
tidak ada satu manusiapun yang rela mengalami apa tidak diinginkannya pun tak ada yang rela melepaskan apa yang menjadi keinginannya namun bukan takdirnya.
dari kepolosan tumbuhlah kemurnian hidup ini, namun janganlah salah bahwa kemurnian tak selamanya membawa kita pada kehidupan sejati malah bisa menjadi gerbang malapetaka saat kemurnian itu dipertemukan dengan kemunafikan seseorang padanya, niat baik tak selamanya berdampak baik pun niat buruk tak berarti seseorang akan lolos dari hukum timbal balik, itu sebab kita manusia Allah berikan akal fikiran yang membedakan ia dari seluruk makhluk yang ada dialam semesta ini sebagai wujud kesempurnaan Nya dimata Allah SWT.
saat aku terlahir dari rahim seorang wanita yang murni hatinya, polos pemikirannya, terbatas pengalaman dan pergaulannya, namun keyakinan nya pada Tuhan serta prinsip hidupnya sangat kuat dan jelasa terarah..seorang wanita yang bahkan diusia remaja yang harusnya menikmati masa puber nya namun justru harus dihadapkan dengan kenyataan bahwa ia telah resmi diikat secara hukum pernikahan atas kehendak orang tuanya diusianya yang masi sangat belia usia 14 tahun dengan seorang pria yang tak lainn adalh guru ngajinya dengan usia terpaut 11 tahun darinya. ketidak tahuannya membuat ia berontak tak menerima bahkan tak jarang ia jatuh sakit diusia pernikahannya tahun pertama, yg bahkan suaminya sendiri hampir putus asa karena begitu sulot meyakinkan akan ketulusannya untuk menjadi imam serta pembimbing yang baik baginya..bahkan orang tuanyapun hampir menyerah dan meminta maaf pada gadis itu hingga jika gadis itu mau orang tuanya akan menarikputrinya itu dari pernikahan yang tak diinginkannya sebagai wujud rasa bersalahnya pada putri keduanya dengan menikahkannya tanpa kompromi hanya karena alasan kekhawatiran salah pergaulan, hawatir tak mampu memenuhi keinginan putrinya terkait materi dan tentunya karena tak mau membuang kesempatan saat yang menginginkan putrinya adalah seorang ustadz muda yang berprestasi. apa yang terbaik bagi orang tuanya belum tentu itu yang terbaik bagi putrinya.
namun kedewasaan pemikiran gadis tersebut dan ketulusanhatinya, akhirnya ia pun luluh dan mau menerima pernikahannya yang sudah hampir diujung tanduk bahkan tanpa adanya kebersamaan ditahun pertama. sadar akan hal yang menjadi kehawatiran irang tuanya adalah untuk kebaikannya dikemudian hari, maka pernikahan itupun langgeng hingga akhir hayat gadis tersebut diusianya yang ke 54 th, bahkan mendahului suaminya yang sedang sakit stroke. selang 2 th suaminyapun menyusulnya ke alam baqa diusia 69 th. dari pernikahan tersebut lahir keturunan diusia 3 th pernikahan dengan jumlah anak 7 orang, 4 orang putra (ada 3) dan 3 orang putri. dan aku adalah putrinya yang lahir diurutan ke 4. pernikahan yang tidak diinginkan gadis tersebut justru membawanya pada kebahagiaan hakiki di akhirnya sebab dari ke 6 putra putrinya ia mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai, karena meski dengan kepolosan dan keterbatasan pengalaman wawasan dan pergaulan namun ia berhasil melahirkan anak2 yang kuat yang memiliki motivasi tinggi serta keberanian yang tinggi untuk mengarungi kehidupan bahkan hingga manca daerah, dari semua putra putrinya ia berhasil mendidiknya dengan kasih sayang dan pengorbanan yang luar biasa...putra putrinya bahkan mengemban pendidikan hingga pendidikan tinggi meski dengan materi seadanya dengan perjuangan masing masing putra putrinya tersebut tanpa membebani orang tuanya..diusianya yang mana putra putri saat telah tuntas dalam masa pendidikannya mereka tak membuang waktu untuk bekerja diperusahaan lokal bahkan luar daerah dari adik beradik itu bahu membahu untuk pendidikan satu sama lainnya. kini putra putrinya ada yang berakarir dipemerintahan struktural, pendidikan, diperusahaan swasta di berwiraswasta. alhamdulillah. ketulusan cinta dan kasih sayang serta pengorbanan orang tuanya yang luar biasa serta doa kuat ayah dan ibu nya disepertiga malam setiap harinya talah berhasil menjadikan kami keturunannya yang tidak mengecewakannya selama hidupnya.


Komentar
Posting Komentar